tppNEWS.id, JAKARTA– Persidangan gugatan Vincencius Paulinus Baru, dan kawan-kawan (dkk), yakni Yonadap Trogen, Sahaji Refideso serta Dorthea Monika Mandacan terhadap Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (CA DPR PB) melalui Mekanisme Pengangkatan Periode 2019-2024, dilanjutkan di ruang sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, Papua, Selasa (12/1/2021) siang.

Hadir dalam sidang tersebut, Advokat Yan Christian Warinussy, SH mewakili Tergugat Panitia Seleksi CA DPR PB, sedang para penggugat diwakili kuasa hukumnya advokat Ana Tita Yocelina Ohee, dan Tergugat II Intenvensi diwakili kuasa hukumnya advokat Pieter Walikin.

Dalam sidang tersebut, juga dihadiri Hakim Anggota 1, dipimpin Hidayat Pratama Putra, SH dan Hakim Anggota 2, Muhammad Adiguna Bima Sakti, SH. Sementara Hakim Ketua Yusuf Kelemn, SH tidak hadir karena sakit.

Advokat Yan Christian Warinussy, SH (dok)

Advokat Yan C Warinussy menjelaskan bahwa sidang tersebut sesungguhnya beragenda tambahan bukti surat para pihak akhirnya ditunda, karena tergugat mengajukan bukti surat.

“Namun, karena meterai yang digunakan tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Bea Meterai yang baru, yaitu meterai Rp10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Sehingga, semua bukti yang diajukan Tergugat dan Tergugat II Intervensi (Barnabas Sedik, George Karel Dedaida, Dominggus Adrian Urbon dan Sergius Rumsayor) dikembalikan kepada para pihak untuk dilengkapi meterai cukup,” ujar Yan, advokat ternama kepada topNEWS,id, Selasa (12/1/2021).

Selanjutnya sidang ditunda hingga, Kamis (21/1/2021) dengan agenda melengkapi bukti-bukti surat para pihak dan saksi-saksi.

Pihak Tergugat berencana akan mengajukan dua orang saksi dari mantan anggota Panitia Seleksi Anggota DPR Papua Barat melalui mekanisme pengangkatan periode 2019-2024.

Menurut rencana, pihak penggugat juga akan mengajukan dua orang saksi, sedangkan Tergugat II Intervensi akan mengajukan saksi fakta dan saksi ahli.

Editor: Frida Fodju

Tinggalkan Balasan